Mencintai Tuhan

Buat saya, mencintai Tuhan selalu menjadi proses belajar dalam membuat keputusan dan komitmen untuk berkurban demi cinta – setiap hari mudah-mudahan sedikit lebih baik daripada hari sebelumnya. Ini mencakup semua keputusan-keputusan besar dalam hidup, tapi terlebih lagi dalam pilihan-pilihan kecil yang sering terlewatkan setiap hari – seperti memilih untuk sedikit lebih sabar waktu macet di jalanan, memilih untuk tersenyum kepada orang yang mungkin sangat mengganggu, memilih untuk menambahkan satu menit pada doa yang sangat kering, dsb..dsb…Mencintai Tuhan juga menjadi sangat nyata waktu kita belajar bersahabat dengan orang-orang di sekitar kita. Dengan kacamata cinta, saya belajar bahwa kebanyakan yang ada di dunia ini bukan mutlak baik atau buruk, tapi sebuah proses untuk menjadi lebih baik setiap hari. Bagi sebagian ada 10km lagi untuk menjadi baik, bagi sebagian mungkin 8km, dan bagi sebagian lagi bahkan 20km. Tapi semua yang berkehendak baik selalu diundang untuk menimba rahmat Tuhan, dan dirangkul menjadi anggota keluargaNya. Dengan bergantung pada kekayaan rahmatNya, maka tidak pernah ada alasan untuk masa depan yang suram. Di dalam Dia, semua selalu bergerak menuju lebih baik. Di dalam prosesnya kita mungkin seringkali tidak sabar, tapi sebagai Bapa yang bijaksana, Dia pasti tau yang terbaik dan tidak pernah terlambat dalam bekerja. Justru lewat proses inilah semua dimurnikan dan dibentuk menjadi lebih indah.

Kemurahan hati Tuhan mengundang saya untuk melihat bahwa cinta dan kehidupan harus selalu diperjuangkan dan bahwa pada akhirnya pasti menang! Hari esok selalu menjanjikan langit yang baru dan bumi yang baru, karena Dia sudah terlebih dahulu berada di sana, dan menantikan kita semua dengan hatiNya dan tanganNya yang terbuka lebar.

Kalau Cinta sudah menangkap saya, dan kalau Cinta sudah menyertai dan meneguhkan saya selama ini, maka Cinta juga yang menjadi pegangan dan jaminan bahwa seluruh kehidupan ini – bahkan sampai kekekalan, adalah selalu baik dan indah.

Dan Cinta ini bernama Yesus.


Jakarta, 28 Agustus 2006

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s