Merayakan Pertobatan

Masa Prapaskah diwarnai oleh banyak hal yang berkaitan dengan semangat pertobatan. Semangat yang sebetulnya adalah panggilan kita setiap hari ini secara khusus kita rayakan pada masa ini dan dimulai dengan tanda abu di dahi kita masing-masing.

Rayakan? Yes, merayakan pertobatan.

Buat saya masa Prapaskah adalah masa kita dipanggil untuk menyesali dosa-dosa kita dan berubah menuju hidup yang lebih baik. Tapi fokus utama dari pertobatan bagi saya bukanlah menangis dan bersedih setiap hari, sebab pertobatan adalah tentang Yesus yang rindu mencurahkan cintaNya, Yesus yang rindu untuk mengampuni setiap dosa, dan Yesus yang mau memberikan hidup yang baru bagi kita. Buat saya, ini adalah pesan pengharapan – pesan cinta Tuhan yang membuat hati saya rindu untuk merayakannya.

Bertobat berarti menyesali dosa-dosa kita di masa lalu, dan berubah menjadi baru di dalam Yesus. Ini menyangkut pilihan. Rahmat Tuhan selalu cukup bagi kita untuk menyesal dan menjadi manusia baru, tapi rahmat ini menjadi sia-sia kalau kita tidak memilih untuk berubah.

Waktu pilihan untuk hidup lebih baik ini bertemu dengan cinta Tuhan yang menyelamatkan, kita punya alasan untuk sebuah perayaan.

Perayaan pertobatan.

Perayaan hidup yang baru.

Perayaan pesta besar di sorga.

Jakarta, 10 Maret 2008

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s