Cinta Tuhan selalu menang: Adiksi pornografi dan masturbasi

Berkali-kali saya terjatuh dalam dosa yang sama, dan berkali-kali saya harus menanggung rasa kotor dan rasa bersalah yang mendalam. Berkali-kali saya lakukan dosa yang sama, dan berkali-kali saya tertunduk diam di kaki Salib di kamar saya, bergumul apakah saya harus memohon ampun untuk yang ke-seribu kali, atau melangkah meninggalkan Dia karena merasa diri ini tidak layak. Berkali-kali saya tergoda untuk menyerah kalah atas adiksi pornografi dan masturbasi, namun berkali-kali kasih Tuhan lebih kuat memenangkan hati saya – mengampuni, melayakkan, dan memulihkan hidup saya kembali. Tidak, bukan berkali-kali, tapi ratusan kali, ribuan kali. Bahkan belum pernah satu kalipun cinta Tuhan kalah…

Walaupun sejak lahir saya dibaptis secara Katolik, namun saya merasa baru waktu SMA saya mengalami perjumpaan pribadi dengan Tuhan Yesus. Saya bertobat atas dosa-dosa saya dan berjanji untuk hidup bagi Tuhan dan bagi Gereja. Sejak pertobatan itu saya merasa Tuhan hadir dalam diri saya secara hidup dan sungguh nyata, dan sejak pertobatan itu saya merasa terpanggil untuk melayani, khususnya di tengah-tengah orang muda. Hidup saya berubah, atau setidaknya kerinduan-kerinduan dalam hati saya berubah.

Perubahan kerinduan hati ternyata bukan berarti berubah menjadi suci dalam waktu satu malam. Hati saya hancur menghadapi kenyataan bahwa ternyata saya masih memiliki dorongan untuk berbuat dosa, khususnya adiksi pornografi dan masturbasi yang telah saya alami selama bertahun-tahun. Hati saya yang terdalam rindu untuk hidup benar dan menyenangkan hati Tuhan, tapi pada kenyataan sehari-hari saya masih saja berdosa. Minggu demi minggu saya bergumul mengharapkan pembebasan, namun minggu berganti bulan dan bulan berganti tahun, dan saya masih saja merasa terbelenggu oleh dosa ini. Pelayanan jalan terus, dosapun jalan terus. Setiap kali saya habis pelayanan saya merasa terbang bersama Tuhan, lalu segera terpuruk dalam kedosaan yang menyiksa hati saya. Setelah berdoa mohon ampun, perlahan saya merasa lebih baik. Pelayanan lagi, saya merasa lagi-lagi terbang tinggi bersama Tuhan, dan biasanya lagi-lagi terpuruk dalam dosa yang sama. Kadang saat menjadi song leader dalam sebuah persekutuan atau bahkan KRK (Kebangunan Rohani Katolik), saya bergumul di atas panggung, karena saya tahu seberapa kotornya diri saya. Lebih sering lagi saat membawakan firman Tuhan, di tengah-tengahnya saya merasa setiap kata yang saya ucapkan lebih menghujam ke hati saya sendiri daripada menjadi berkat bagi orang-orang muda yang mendengarkan.

Tahun berganti tahun, pelayanan berkembang, pemahaman akan Tuhan bertambah, begitu juga dosa adiksi pornografi dan masturbasi yang menjadi duri dalam daging bagi hidup saya – sampai satu hari. Malam itu saya menjadi seorang penerjemah bagi seorang pembicara yang diundang dari luar negri. Di atas panggung saya berdua dengan dia, dan dia mulai bercerita bagaimana dia dulunya adalah seorang pecandu masturbasi. Sambil menerjemahkan kisahnya, saya merasa seperti sedang menelanjangi diri saya sendiri di depan ratusan sampai ribuan orang. Bayangkan, setiap perasaan pergumulannya adalah sama persis seperti yang saya alami. Ia banyak melayani di orang muda, begitu juga saya. Ia terbelenggu adiksi masturbasi, begitu juga saya. Ia menjadi song leader dan pembicara, begitu juga saya. Ia telah dibebaskan dari adiksinya, namun saya belum.

Lewat renungan yang ia bawakan, malam itu saya belajar dua hal yang sangat penting.

Pertama, kasih Allah selalu sanggup menyembuhkan. Betapapun kotornya dan parahnya kita telah jatuh ke dalam dosa, kasih Allah selalu memiliki daya untuk memenuhi hati kita dan kuasa untuk membebaskan kita dari dosa. Akar dari setiap dosa adalah kurangnya hati kita akan cinta kasih Allah. Setiap hati yang sungguh penuh dengan cinta Tuhan pasti tidak memiliki lagi ruang untuk dosa. Maka hati ini harus terus menerus diisi oleh cinta Tuhan yang tak bersyarat, yang menerima kita apa adanya, yang tidak pernah gagal betapapun kita telah berdosa ribuan kali. Dosa adiksi masturbasi ini sering membuat diri kita merasa tidak berdaya dan seakan tidak ada jalan keluar. Bersama dengan perasaan tidak berdaya ini, kita akan mulai merasa putus asa dalam usaha kita untuk berubah. Ini titik yang penting dalam jalan pembebasan, karena di titik ini kita diundang Allah untuk percaya lebih jauh lagi pada kasihNya. The truth is, ketika kita merasa putus asa terhadap diri kita sendiri, Allah tidak pernah putus asa. We may be tempted to give up on ourselves, but Jesus never gives up on us! Maka kita perlu belajar untuk sabar akan dosa-dosa dan kelemahan diri kita sendiri, sambil terus bergantung pada cintaNya yang tanpa batas.

Kedua, dosa di dalam kegelapan harus selalu dibawa kepada terang. Dalam gelap, dosa semakin berakar dan berkembang, tapi dalam terang, dosa akan kehilangan daya kekuatannya. Artinya, jangan simpan kedosaan kita sendirian dalam gelap. Ceritakan pergumulan dosa ini pada orang yang kita percaya, yang cukup dewasa secara rohani, yang tidak menghakimi kita atas dosa-dosa ini. Semakin kita simpan dalam kegelapan, semakin dosa ini membelenggu hidup kita, namun begitu kita bawa kepada terang kasih Tuhan, perlahan-lahan dosa akan kehilangan daya belenggunya. Ini bisa terwujud lewat meminta teman sejenis (cowok dengan cowok, cewek dengan cewek) untuk menjadi accountability partner – yaitu seorang teman kepercayaan yang kita jadikan tempat bercerita dan mendapat dukungan rohani.  Bisa juga seorang pembimbing rohani, seorang pastor, atau siapapun yang memiliki kapasitas yang baik untuk fungsi ini.

Buat saya, ruang sakramen tobat dan seorang bapa pengakuan adalah tempat untuk membawa dosa ini kepada terang. Saya memilih untuk mulai mempercayakan pergumulan saya ini kepada seorang imam yang menjadi bapa pengakuan saya selama beberapa tahun ke depan. Saya mengaku dosa sebulan sekali, sebulan dua kali, dan bahkan seminggu bisa satu sampai dua kali. Setiap kali saya masuk ruang pengakuan dosa, saya akan mengungkapkan dosa yang sama, dosa yang itu itu lagi. Dan setiap kali imam senior ini akan memberikan nasehat yang menguatkan. Tidak ada penghakiman, tidak ada tuduhan, dan tidak ada pelecehan terhadap kotornya diri ini. Yang ada hanya cinta yang mengalir lewat tangannya yang membuat tanda Salib, dan hati sayapun dibanjiri pengampunan tanpa batas dari Sang Maha Cinta. Katekismus Gereja Katolik mengatakan bahwa rahmat yang kita terima lewat sakramen bergantung pada iman yang menyertai penerimaan sakramen itu. Maka setiap kali saya masuk ruang pengakuan dosa, saya bukan saja mengumpulkan keberanian untuk mengatakan dosa yang sama, tapi juga mengerahkan segala kekuatan iman percaya saya pada cinta dan rahmat yang akan saya terima. Saat imam mengangkat tangannya tanda berkat absolusi, saya serukan dalam hati saya sekuat-kuatnya, bahwa saya mau terima cinta dan rahmat Tuhan seluas-luasnya, sedalam-dalamnya, dan sebanyak-banyaknya – sebanyak yang Tuhan mau berikan buat saya. Lalu mengalirlah dengan derasnya anugerah ilahi seperti banjir di musim hujan, seperti terangnya mentari di musim kemarau, seperti kuatnya belaskasih yang mengalir dari atas kayu Salib.

Waktu berjalan terus, dan musim berganti musim, tapi Tuhan tetap setia. Satu kali saya masuk ruang pengakuan dosa, saya tidak menceritakan dosa pornografi maupun masturbasi, karena kasih Allah mulai  menunjukkan kuasaNya yang membebaskan. Lain waktu, saya menceritakan kejatuhan saya lagi, dan lain waktu lagi saya tidak menceritakan dosa ini. Saat musim semi tiba, tidak semua bunga merekah bersamaan, namun perlahan tapi pasti, tanah yang kering mulai menghijau. Waktu saya mengarahkan hati saya pada Tuhan Yesus, dan bukan pada dosa, hati ini menjadi lebih tenang, dan langkah kaki menjadi lebih kuat. Tanpa sadar, musim semi yang baru telah tiba. Saya tidak lagi menceritakan dosa-dosa pornografi dan masturbasi di ruang pengakuan dosa, sebab kasih Allah telah membebaskan saya. Terpujilah Tuhan, kasihNya selalu menang!

Melihat ke belakang, ada beberapa hal yang saya kagumi dari cara kerja Tuhan. Kalau sekarang saya ditanya tentang kesan Tuhan apa yang paling kuat tergores di hati saya, maka tanpa berpikir dua kali, saya akan segera menjawab: cinta Tuhan! My goodness, His love is so strong, so gentle, and so faithful. At the end of the day, hanya cinta ini yang sanggup memuaskan hati kita.

Pornografi dan masturbasi adalah tipuan belaka. Banyak orang berpikir bahwa pornografi dan masturbasi membawa kepuasan dalam hidup kita. Ini jelas-jelas bohong. Tuhan menciptakan seks untuk lelaki dan perempuan mengungkapkan cinta mereka lewat pemberian diri secara bebas, total, setia, dan berbuah. Kita menyebut ungkapan ini “pernikahan suci”. Problem terbesar dari pornografi dan masturbasi ini adalah bukan karena fenomena ini memperlihatkan tubuh manusia terlalu banyak, tapi justru terlalu sempit dan sedikit. Bayangkan, manusia yang sesungguhnya punya harkat dan martabat yang agung sesuai citra Allah, dipandang hanya sebagai bagian-bagian tubuh untuk dinikmati sebagai obyek kepuasan semu. Seorang penikmat materi pornografi adalah selalu seseorang yang sebetulnya rindu akan cinta Tuhan, namun seringkali ia tidak sadar akan hal itu. Ia pikir kebutuhannya akan kepuasan seks adalah kebutuhan fisik belaka, yang akan terpuaskan apabila dilampiaskan lewat masturbasi. Tanpa ia sadari, ia sebetulnya mencari sesuatu yang bisa memberikannya makna dan kepuasan/keutuhan sejati. Waktu ia menemukan pornografi, ia pikir inilah jawabannya. Maka iapun kemudian biasanya melakukan masturbasi sebagai pelampiasan yang memberikan kepuasan. Padahal, banyak orang mengalami kehampaan dalam hatinya setelah ia melakukan masturbasi. Beberapa waktu kemudian, saat ia sedang letih atau mengalami tekanan, ia kembali lagi mencari materi-materi pornografi yang kembali membawanya pada masturbasi. Tanpa ia sadari, ia terjebak dalam pola pemenuhan kepuasan yang semu ini, dan lebih parahnya ia mulai tidak bisa lepas dari kebiasaan masturbasi. Sedemikian melekatnya kebiasaan ini sampai terkadang membayangkan materi pornografi dan membayangkan akan melakukan masturbasi saja sudah menumbuhkan rasa nyaman tertentu. Apakah ini yang ia cari sebetulnya? Apakah yang ia cari adalah kepuasan sesaat yang kemudian membuat ia terikat dan tidak bisa lepas? Yang awalnya ia pikir tidak apa-apa karena tidak merugikan orang lain, sekarang telah menjadi adiksi. Yang awalnya ia pikir adalah kebebasan pribadi untuk memenuhi kebutuhannya, sekarang menjadi rantai yang membelenggu hidupnya. Kalau kita sampai tidak berdaya untuk berkata “tidak”, apanya yang bebas? Selamat datang di dunia tipuan pornografi dan masturbasi.

Kerugian terbesar memang tidak terletak pada orang lain, tapi pada diri sendiri sebagai penikmat obyek pornografi. Hari ini saya prihatin melihat orang yang terbelenggu pornografi dan masturbasi, bukan karena mereka buruk, tapi justru karena saya tahu pasti bahwa sebetulnya mereka jauh lebih baik, lebih mulia, dan lebih agung daripada apa yang mereka hidupi hari ini. Setidaknya ada 3 (tiga) hal yang menjadikan pornografi dan masturbasi sebagai perusak hidup kita:

Satu, pornografi dan masturbasi melucuti manusia dari kemampuannya untuk mewujudkan cinta sejati. Cinta sejati tidak pernah menggunakan tubuh yang lainnya sebagai sarana pemuasan diri, tapi cinta sejati selalu rela berkurban bagi kebaikan sesama. Tubuh tidak pernah terlepas dari pribadi yang memiliki tubuh itu. Pemanfaatan tubuh seseorang untuk kepuasan seksualku berarti sama saja mengatakan “Kamu itu bukan pribadi yang utuh yang aku hormati. Kamu itu cuma barang yang aku pakai sebagai sarana pemuasan nafsu seks-ku”. Para penikmat pornografi memiliki kecenderungan untuk memandang orang lain sebagai bagian-bagian tubuh saja. Kalau bagian tubuh tertentu memiliki daya untuk memberikan rangsangan yang bisa dinikmati, maka orang itu disebut seksi. Perlahan-lahan hormat dan penghargaan bagi sesama tidak lagi diberikan karena ia memiliki harkat dan martabat manusia, tapi karena ia memiliki bagian tubuh tertentu yang layak dinikmati. Cara pandang seperti ini jelas menjadikan seseorang dangkal dalam memahami pribadi orang lain. Akibatnya ia semakin terkurung dalam kedangkalan dirinya sendiri, padahal ia sebetulnya diciptakan dengan kemampuan besar untuk mencintai seperti Tuhan mencintai – hanya saja ia terjerat tipuan pornografi dan masturbasi. Bicara tentang lelaki misalnya, jelas seorang lelaki sejati adalah seseorang yang mampu berpegang pada kebenaran serta berani berkurban demi cinta bagi kebaikan sesama. Lelaki yang menggunakan tubuh perempuan untuk kepuasan dirinya sendiri pastinya jauh dari konsep ideal lelaki sejati. Padahal, dengan kekuatan cinta Tuhan, ia sebetulnya mampu menjadi lelaki sejati.

Dua, pornografi dan masturbasi merusak otak manusia. Kebanyakan orang tidak tahu bahwa adiksi pornografi merusak sel-sel otak manusia. Satu hal lagi yang perlu kita sadari: kerusakan sel-sel otak yang diakibatkan oleh adiksi pornografi lebih parah daripada kerusakan sel-sel otak yang diakibatkan oleh adiksi narkoba. Mau terus tinggal dalam adiksi pornografi? Siap-siap saja mengalami kerusakan otak.

Tiga, pornografi dan masturbasi adalah penghancur kehidupan pernikahan. Setiap orang yang menikmati materi-materi pornografi semakin lama akan semakin membutuhkan pilihan rangsangan yang lebih luas dan tingkat rangsangan yang lebih tinggi. Untuk itu ia mencari berbagai materi/gambar/film yang memberikan tingkat kepuasan yang terus meningkat. Yang tadinya melihat 10 gambar, sekarang jadi melihat 100 gambar. Yang tadinya butuh 30 detik untuk menikmati 1 gambar, sekarang jadi 5 detik per gambar. Akibatnya otaknya terbiasa untuk menikmati kepuasan rangsangan dengan cepat dan berganti-ganti terus. Satu hari, ia menikah dengan seorang istri yang sungguh cantik. Tapi karena ia sudah terbiasa dengan puluhan atau ratusan gambar perempuan cantik dalam hitungan menit (yang juga polesan photoshop – this is another story), maka waktu ia melihat tubuh istrinya, apa yang terjadi? Karena mekanisme rangsangan di otaknya telah membentuk pola tertentu, maka dalam waktu beberapa saat ia segera membutuhkan tubuh orang lain lagi untuk ia nikmati. Seberapapun cantiknya dan baiknya istrinya, ia tidak akan pernah puas. Tidak heran kalau menurut data statistik, orang-orang yang adiksi pornografi memiliki tingkat perceraian yang tinggi.

Ada banyak cerita kehancuran orang-orang yang terbelenggu adiksi pornografi. Dalam usaha mencari arti hidup dan keutuhan yang sejati, banyak korban berjatuhan akibat jerat tipuan ini. Mereka adalah orang-orang yang baik, orang-orang yang seringkali kita jumpai di kantor-kantor dan bekerja dengan tanggungjawab, dan bahkan orang-orang yang berdiri di mimbar untuk memberitakan Kabar Gembira. Mereka seperti perempuan Samaria yang menimba air di sumur saat teriknya matahari.

Kabar Gembira yang sesungguhnya adalah, di siang itu, ada seorang lelaki yang juga duduk di pinggir sumur, menawarkan air kehidupan. Barangsiapa minum air ini, ia tidak akan haus lagi. Di tengah-tengah pencarian akan pemuas dahaga kehidupan, ada pribadi yang menawarkan pemuasan sejati – air kehidupan – cinta Tuhan yang tanpa syarat. Pribadi ini sanggup untuk menerima semua dosa-dosa, luka-luka, dan bahkan kehancuran hidup setiap manusia, sebab di HatiNya ada banyak ruangan untuk kita beristirahat dan menikmati keutuhan sejati. Seluruh sejarah dan semua manusia diundang untuk bermuara di Hati ini. Di sini kita bisa berlabuh setelah pencarian panjang yang meletihkan dan bahkan melukai jiwa kita. Di HatiNya ada air kehidupan yang sanggup menyembuhkan hati kita. Di HatiNya ada tempat buat kita semua. Siapapun yang menerima cinta Tuhan, ia akan disembuhkan, dipulihkan, dan dipuaskan. Saya tahu ini dengan pasti, sebab saya telah menempuh perjalanan ini, dan menemukan Allah yang dengan setia telah berjuang memenangkan hati saya. Luar biasa rasanya mengenal Allah yang tidak pernah putus asa atas kerapuhan saya. Hidup ini menjadi berarti bukan karena apa yang saya lakukan, tapi karena apa yang Dia telah lakukan buat saya, dan apa yang akan Dia lakukan esok hari. I can’t wait to be surprised by God everyday. He is good, and His name is Jesus.

Jangan berhenti pada pornografi dan masturbasi yang hanya menawarkan kepuasan semu dan kehancuran. Mari berjalan terus dan lebih jauh lagi ke Hati Tuhan Yesus untuk menemukan makna hidup dan kepenuhan yang sejati. Mari rayakan kelelakian dan keperempuanan yang sesungguhnya, mari raih hidup yang penuh arti, mari temukan kekuatan cinta yang membebaskan kita untuk meraih mimpi-mimpi besar.

Kita semua diciptakan untuk sebuah keluhuran, keagungan, dan kebesaran kasih Allah. Ada mimpi-mimpi besar yang Tuhan tanamkan dalam hati banyak orang, mimpi akan dunia yang lebih baik, mimpi untuk diwujudkan oleh lelaki dan perempuan yang percaya bahwa cinta Tuhan lebih besar daripada kerapuhan diri mereka.

Nama saya Riko Ariefano. Saya pernah mengalami adiksi pornografi dan masturbasi selama belasan tahun, tapi Tuhan telah membebaskan saya, sebab kasihNya selalu menang!

Advertisements

25 thoughts on “Cinta Tuhan selalu menang: Adiksi pornografi dan masturbasi

  1. Saya tersentuh saya juga mengalami hal yang sama, dan saat ini saya masih jatuh bangun, dan masih berjuang untuk melepaskan kebiasaan masturbasi, mohon bimbingannya dan doanya.

      • Riko, I am very surprised with your story, how similar we are. I am exactly like you, still working to be free from this sin. I hope I can learn from you. L.W.

    • nama saya Rudolvo tantowi,saya sang at dikuatkan dgn testimoni’a..pengalaman saya hampir nyaris sama dgn anda,hanya saya masih bergumul dgn ini,saya masih terus jatuh bangun,saya mohon dukungan Doa’a teman,God bless

  2. Shalom, nama saya Carol, saya gadis berusia 17tahun.
    Saya mengalami kecanduan pornografi sejak saya kelas 5SD, dulu saya belum mengerti bahwa masturbasi itu berdosa, saat itu saya merasa bangga karna melakukan masturbasi. Saya bermasturbasi bersama dengan teman saya. Saat itu hampir setiap hari kami melakukan masturbasi.
    singkat cerita saya melakukannya terus menerus sampai saya kelas 1SMP.
    Saat menduduki bangku SMP saya baru mengerti bahwa masturbasi itu berdosa dan tidak berkenan dihadapan Tuhan.
    Dari situ saya teramat berusaha untuk lepas dari belenggu pornografi dan masturbasi namun teramat susah, sudah 5thn saya bergumul dgn belenggu pornografi namun belum juga lepaa, sampai saya putus asa.
    Seringkali saya terjatuh dalam masturbasi, menyesal, lalu berdoa meminta ampun kepada Tuhan, berkomitmen untuk tidak melakukan masturbasi lagi, dan terjatuh lagi dalam masturbasi. Itu terulang-ulang selama 5thn saya bergumul dengan masturbasi.
    pada suatu hari saya sudah teramat berkomitmen untuk tidak terjatuh dlm pornografi dan saya bisa membuktikannya selama 3bulan saja, sesudah itu saya terjatuh lagi dalam pornografi.
    Hati saya hancur, saya merasa apa bisa saya terbebas dari belenggu pornografi dan masturbasi? Setiap saya terjatuh, saya selalu membuka google dan membaca artikel artikel para pecandu pornografi yang telah terlepas dr belenggu pornografi dan termasuk artikel ini. Setiap artikel yang saya baca, setiap pecandu pornografi terlepas karena bantuan doa dari orang lain, misalnya konseling dengan orang yang dipercaya. Namun ini dia masalahnya, saya terlalu takut untuk menceritakan masalah ini kepada orang2 terdekat saya bahkan orang yang saya percaya sekalipun, saya sangat bingung harus bercerita kepada siapa, tujuan saya menulis comment ini adalah saya berharap agar saudara sekalian dapat memberikan nomor telfon atau apapun yang bisa saya hubungi agar saya dapat sharing setiap saya terjatuh dan meminta doa saudara sekalian, tolong bantu saya terbabas dari belenggu dosa pornografi. Saya memohon dengan sangat bantu saya terbebas dr belenggu pornografi. Saya percaya kasih Tuhan mengalahkan segalanya termasuk dosa pornografi

      • Kak saya sama persis kejadiannya seperti ini, hanya saya laki”. Saya juga takut untuk ngomong sama teman” dekat saya. Saya ingin juga mensharingkan masalah saya setiap saya jatuh dalam dosa pornografi. Tolong kasih saya email atau nomer hape untuk sharing

    • Carol, saya coba reply ke email pribadi kamu beberapa kali, tapi selalu gagal. Saya mau kenalin kamu ke 1-2 orang teman wanita yang mana kamu bisa cerita, dibantu, dan didoakan. Apa ada cara menghubungi kamu? Thanks a lot, and may the love of Christ be with you…:-)

  3. amin, seperti kata Tuhan” datanglah padaku yang letih lesu berbeban berat…..mungkin pornografi dan masturbasi adalah beban kita adalah pergumulan kita tapi kasih Tuhan akan selantiasa membisikkan kita lewat nurani kita yg bersemayamnya rohkudus untuk kita menyadarinya, lihat dalam ayat selanjutnya ….Aku akan melegakanmu” luar biasa …datanglah pada Yesus only Yesus

  4. Syalom Riko,
    Perkenalkan nama saya Riko..
    Saya mulai mengetahui pornografi sejak SD dan mngetahui bahwa itu dosa di saat SMP tapi ttp melakukan lagi.. setelah SMA saya memutuskan bertobat, tapi ttp beberapa bulan kemudian jatuh… Kemudian saya memutuskan trima Yesus, dibaptis.. tapi setelah jatuh lagi bahkan lebih parah.. padahal saya sudah tau bahwa itu salah tapi ttp saya masturbasi lagi… setelah itu menyesal minta ampun, tapi beberapa minggu jatuh lagi.. padahal Yesus sungguh baik bagi saya krna banyak hal2 luar biasa yg trjadi bagi saya, bahkan mempercayakan pelayanan2 yg luar biasa… Di luar org melihat saya anak Tuhan, sedangkan di balik semua itu saya masih trikat dgn dosa pornografi masturbasi.. saya merasa seperti orang munafik yg telah mempermainkan kasih karuniaNya.. sya juga pernah berdoa untuk melepaskan ikatan dosa itu, tapi skrg jatuh lagi seakan-akan sengaja melakukannya, tapi setelah melakukan menyesal.. Jika bro Riko dan tmn2 bisa trlepas dari dosa pornografi masturbasi, saya ykin saya juga bisa.. Jadi mohon topangan doa dari bro Riko dan tmn2……… Gbu

  5. Syalom Riko,
    Perkenalkan nama saya Vio..
    Saya mulai mengetahui pornografi sejak SD dan mngetahui bahwa itu dosa di saat SMP tapi ttp melakukan lagi.. setelah SMA saya memutuskan bertobat, tapi ttp beberapa bulan kemudian jatuh… Kemudian saya memutuskan trima Yesus, dibaptis.. tapi setelah jatuh lagi bahkan lebih parah.. padahal saya sudah tau bahwa itu salah tapi ttp saya masturbasi lagi… setelah itu menyesal minta ampun, tapi beberapa minggu jatuh lagi.. padahal Yesus sungguh baik bagi saya krna banyak hal2 luar biasa yg trjadi bagi saya, bahkan mempercayakan pelayanan2 yg luar biasa… Di luar org melihat saya anak Tuhan, sedangkan di balik semua itu saya masih trikat dgn dosa pornografi masturbasi.. saya merasa seperti orang munafik yg telah mempermainkan kasih karuniaNya.. sya juga pernah berdoa untuk melepaskan ikatan dosa itu, tapi skrg jatuh lagi seakan-akan sengaja melakukannya, tapi setelah melakukan menyesal.. Jika bro Riko dan tmn2 bisa trlepas dari dosa pornografi masturbasi, saya ykin saya juga bisa.. Jadi mohon topangan doa dari bro Riko dan tmn2……… Gbu

    Marviony Lapian

  6. Saat saat liburan adalah saat saya sudah pasti jatuh. Saya merasa saya sangat gagal menjalankan anugrah dan kasih karunia Tuhan kalau saya masih jatuh dan jatuh lagi dalam dosa pornografi dan masturbasi. Saya sudah berpuluhan ribu kali minta ampun dan di waktu yang sama mengecewakan Tuhan dan mengecewakan diri saya sendiri. Saya seperti tidak dapat mengembangkan diri kalau seperti ini terus. Saya ingin bertobat hari ini, saya ga ingin jatuh lagi selamanya, saya ingin terus merasakan Tuhan dalam hidup dan menjadi manusia Allah. Kak rio tolong doakan saya tolong topang dalam doa. Thanks :’)

  7. Kisah yang inspiratif
    Saya juga lagi dalam pergumulan yang sama
    Saya minta tolong supaya saudara mendoakan saya
    Saya jujur gk tau lagi mau ngapain

  8. oh, TUHAN, saya orang berdosa Tuhan, Tuhan Tuhan Tolong sya Tuhan Saya Mengalami Dosa INi Tuhan Yesus Pulihkan Saya Tuhan, Saya Menangis Tersentak, dan Mersa Hancur Diri stelh membaca Kesaksian INI TUHAN, Sangat persis dengan apa yang saya alami. saya sempat menulis komntar ini Pd jam 3 kerena jam sebelumnya saya sudah melihat pornografi dan masturbasi, dan stelah sya slesai melakakunnya saya langsung putus asa, dan merasa tertuduh, lalu saya mencoba mencari kesaksian di internet tenntang pornografi, lalu akhirnya saya menemukan blog ini. lalu saya kemidian menangis, sampai air mata saya berlindang sambil membaca blog ini.

  9. Syalom Riko,
    Nama saya Febian
    Pertama kali saya mulai coba2 masturbasi dari SD, dan saya pertama nonton video porno bareng teman saya pas 1 smp. Waktu itu masturbasi serasa terapi buat saya saat stress. Setiap habis dimarahi ortu atau habis dibuli dan diejek teman saya pasti lari ke masturbasi. Saya tidak punya pegangan hidup waktu itu. Papa saya org yg sangat pasif, dan jarang peduli dengan keluarganya. sedangkan mama saya jago marah2 dan tidak pernah puas walau saya selalu dapat peringkat 3 besar di sekolah. Saya ke gereja pun karena terpaksa karena disuruh ortu.

    Saya tadinya berpikir bahwa masturbasi itu normal. toh semua teman saya melakukan. tapi lama kelamaan masturbasi mulai memperngaruhi kehidupan sosial saya. hidup saya selalu penuh dengan rasa bersalah, malu. Saya paling malas bertemu dengan orang yg tidak trlalu saya kenal. Saya lebih suka menyendiri. Saat saya menyendiri kehidupan saya ga jauh2 dari video game, pornografi, bahkan lama kelamaan melihat teman saya di sekolah yg cantik pun saya terangsang dan ingin segera masturbasi.

    Waktu kuliah saya mulai jauh dari Tuhan, saya mulai belajar ilmu2 psikologi, sehingga saya lebih percaya diri. saya ikut latihan beladiri, basket sehingga badan saya lebih atletis. kebetulan saya juga punya wajah yg cukup lumayan, sehingga itu meningkatkan kepercayaan diri saya. Saya mulai memotivasi diri saya dengan ilmu2 psikologi, cara berkomunikasi, bahkan saya menganggap bahwa Tuhan itu tidak ada. Saya yang tadinya takut sama wanita, bisa berkencan dengan wanita yg berbeda2 seminggu 2-3 kali, Saya mulai menjadi playboy. wanita yg saya sudah dekat, ya saya tinggalin. Bukan karena saya tidak suka, tapi karena saya malu dan takut kalau wanita tsb tau sebenarnya saya bagaimana, dan selama ini hanya memakai topeng dan kepura-puraan. Dan saya juga yg tadinya tidak berani melakukan seks pranikah, saya pernah dengan teman ke panti pijat plus-plus, tempat striptis dll.

    Saya mulai muak dengan keadaan saya. Disitu saya mulai ke gereja, saya merasa saya munafik. dari luar saya bagus, tapi di dalam busuk seperti sampah. saya muak dan capek dengan kepura-puraan ini. Saya mulai pelajari Firman Tuhan, dan saya tau bahwa saya salah. Saya minta ampun kpd Tuhan, tapi sampai sekarang saya belum terbebas dari kecanduan masturbasi. Saya pernah selama-lamanya mencoba hanya 3 bulan saya sanggup. Saya merasa kotor sekali, saya tahu kasih karunia Tuhan begitu besar , kasihnya tidak bersyarat, tapi saya selalu merasa bersalah, merasa tidak layak, saya ingin bebas tapi saya tidak pernah berhasil. Saya tahu firman-firman tentang dosa seks dan kasih karunia, tapi begitu godaan itu datang seolah Firman itu hilang, dan seolah keinginan saya untuk masturbasi lebih hebat. Saya sudah muak dengan belenggu ini. tapi ironisnya saat saya masturbasi justru saya begitu menikmatinya. Yang lebih parah, sekarang saya dipercaya untuk pelayanan musik, Saya merasa munafik , pelayanan lanjut, dosa juga lanjut. Saya lama2 pelayanan tidak maksimal dan tidak melakukan yg terbaik karena selalu merasa tertuduh.

    Saya mohon doanya kepada kak Riko dan sdr2 sekalian yang membaca. Saya rindu bisa melayani dan hubungan saya dengan Tuhan, dengan sesama baik dan tidak terhalang oleh dosa saya. Saya rindu Tuhan pakai saya lebih lagi di keluarga, di pelayanan, di pekerjaan saya. Saya ingin hidup saya bermakna, dan menyenangkan Tuhan.

    GBU all.

    • Febian, saya memahami pergumalan kamu.
      Jangan putus asa ya. Tetap terus berjuang di dalam Tuhan.
      Semakin kita melekat pada Dia, semakin kita dipenuhi kasihNya serta dikuatkan untuk melawan godaan dan dosa.
      Ada banyak orang yang mengalami pembebasan dari Tuhan, sebab Dia selalu sanggup menolong kita.
      Bisa juga mohon dukungan doa di sini: http://www.domuscordis.org/prayer/

  10. Saya mengalami hal yang sama, saat ini saya ingin berusaha terlepas dari pornografi dan masturbasi ini tetapi bagaimana caranya dan sampai kapan saya seperti ini terus, saya mohon doa dan dukungan untuk membebaskan saya dari belenggu dosa ini, Tuhan berkati.

  11. Syalom, Pak, saya Maria
    Saya terberkati dgn kesaksian Bapak.
    Saya juga pelayana dan mempunya anak Rohani ( pemuridan),saya aktif dalam ibadah. saya terikatan pada pornografi dan menstrubasi saat kelas 3 sma sampai kerja sekarang, pernah saya berhenti 2 Tahun namun lanjut lagi sekarang kadang2 dalam beberapa bulan ga saya lakukan, saat kondisi keluarga yg ga karuan dan saya sendiri stress akan apa yg saya harus lakukan dalam Pelayan maupun pergumulan saya, saya malu dgn diri saya sendiri, saya ga suka hidup saya seperti ini ( saat sy di posisi ini sering saya berlari pada pornografi dan menstrubasi). Saya pernah terlintas untuk bunuh diri saya jijik dgn hidup saya, sy pernah jujur sepenuhnya di salah satu hamba Tuhan tapi saya ga bisa terlepas, saat saya berusaha untuk meninggalkan ttp saja saya kembali dalam hal ini.. Saya putus asa, saya ga bahagia,saya kosong bangat Pak.saya bosan dgn keadaan ini. saya hilang hilang arah bahkan saya ga pernah minta ampun lagi, dulu saat saya lakukan saya cepat2 minta ampun dan berbalik tapi ujung ujungnya saya lakukan lagi. TAPI dalam hati, saya ingin sekali terlepas dan ga mau lakukan lagi, saya ingin Melayani Tuhan dengan kemurnian dgn kekudusan, tanpa rasa takut, saya tahu Tuhan mencintai saya itu yg membuat saya malu untuk menghampirinya,. sangat ingin sekali bebas tanpa ada topeng saat melayani Tuhan..saya ga tahu bagaimana cara untuk bebas Pak, saya tahu KUASA Tuhan pasti melepaskan tapi saya semakin jadi-jadian. saya hanya ingin bebas.. Hanya hanya ingin pulih.

    • Maria, jangan putus asa, karena selalu ada harapan di dalam nama Tuhan Yesus.
      Seringkali berjuang melawan dosa2 pornografi dan masturbasi memang sebuah perjalanan panjang, tapi di ujung jalan selalu ada janji pembebasan dari Tuhan. Jadi sekali lagi, jangan menyerah. Lewat kesetiaan kita berjuang, Tuhan memperlihatkan HatiNya yang begitu penuh belas kasihan, dan Dia membentuk kita menjadi lebih sabar dan rendah hati. Tetap setia mencari dan melayani Tuhan. Dia nggak akan mengecewakan orang yang berharap padaNya, apalagi berharap untuk dibebaskan dari dosa. Jangan lelah untuk minta ampun dan berdiri lagi. Dia terus menunggu kita dengan setia, dan pada waktuNya, Dia akan membebaskan serta menyembuhkan kita.
      Bisa juga menghubungi ini untuk dukungan doa: http://www.domuscordis.org/prayer/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s